KEEFEKTIFAN URF TENTANG KEBOLEHANAKAD BAI AL-MUATAH MENURUT MAJALLAH AL-AHKAM AL-ADLIAH DALAM KONTEKS MODERN

Penulis

  • Enang Hidayat Penulis

DOI:

https://doi.org/10.69578/mua.v3i1.4

Kata Kunci:

Urf, Bai al-Muatah, Majallah al-Ahkam al-Adliah, Modern

Abstrak

Bai al-muatah menjadi perbincangan para ulama mengenai hukumnya, termasuk perihal keefektifan urf berkenaan dengan kebolehannya yang dijelaskan oleh Majallah al-Ahkam al-Adliah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bai al-muatah dalam “Majallah al-Ahkam al-Adliah” dan untuk mengetahui keefektifan urf tentang kebolehan bai al-muatah menurut “Majallah al-Ahkam al-Adliah” dalam konteks modern. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan normatif. Teknik pengumpulan datanya berupa dokumen terhadap kitab “Majallah al-Ahkan al-Adliah” dan “Durar al-Hukkam Syarah Majallah al-Ahkam al-Adliah” karya Ali Haidar. Teknik analisisnya berupa analisis preskriptif dan prediktif tentang keefektifan urf dalam persoalan bai al-muatah. Hasil penelitian ini menyimpulkan konsep bai al-muatah dalam “Majallah al-Ahkam al-Adliah” terdapat dalam Pasal 175 yang memuat praktik ijab dan kabul bisa dilakukan melalui perbuatan (al-taati) kedua belah pihak, tapi tidak mengenyampingkan makna keridaan. Hal ini tidak lepas dari pemahaman terhadap beragamnya jenis pelaksaaan ijab dan kabul. Keefektifan urf dalam persoalan kebolehan bai al-muatah akan tetap eksis dan efektif mengiringi perkembangan zaman, terlebih lagi dalam konteks modern. Keefektifan urf tersebut menjadi kekuatan dalam menjawab persoalan bai al-muatah yang didukung oleh empat kaidah urf selain nas Al-Qur’an dan hadis

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2024-03-01

Terbitan

Bagian

Articles